Melatih kemandirian
The Leader In Me
Yadimin,
S.Pd
The Leader In Me,
demikianlah semangat yang terus menerus digaungkan dalam Super Camp Level 4-5
tahun 2014. Kegiatan out door ini
dilaksanakan pada tanggal 6-8 Februari 2014 di Pine Forest Cibodas Lembang.
Melalui
kegiatan ini diharapkan jiwa kepemimpinan pada setiap diri anak dapat lebih
terlatih. Karena pada prinsipnya bahwa setiap nafs adalah pemimpin (al Hadits), setidaknya pemimpin bagi dirinya
sendiri. Kegiatan ini juga sebagai sarana untuk mewujudkan visi Yayasan Pendidikan
Salman Al Farisi yang ingin mencetak kholifah Fil ardh.
Dunia anak
adalah dunia bermain. Oleh sebab itu penanaman jiwa kholifah fil ard melalui
permainan di alam bebas akan lebih efektif dari pada teoritis di dalam kelas.
Sekali waktu anak perlu bergerak bebas dan keluar dari kebiasaan yang dibatasi
oleh gedung dan terhalang adanya meja dan kursi (out bound).
Berdasarkan
kesadaran tersebut, maka kegiatan ini dikemas dalam bentuk permainan-permainan
yang menyenangkan akan tetapi dituntut adanya kerja sama, kedisiplinan, dan penuh
tantangan.
Seorang kholifah selalu megoptimalkan seluruh kemampuannya yang
dimiliki dan memanfaatkan potensi yang ada disekitarnya untuk mencapai target
tertentu. Sehingga seorang kholifah selalu bersungguh-sungguh untuk mencapai
tujuannya, Man jadda wa jada (siapa yang bersungguh sungguh pasti berhasil).
Itulah tema Super Camp Level 4-5 Tahun ini. Tema
ini sama dengan tema Super Camp tahun-tahun sebelumnya. Diharapkan dengan pesan
yang disampaikan secara berulang-ulang akan mampu tertanam dalam diri anak
secara mendalam. Sehingga semboyan man jadda wa jada bukan lagi hanya hafal di
bibir, tetapi dapat mengalir dalam darah dan merasuk dalam setiap hembusan
nafas siswa.
Agar tema yang
telah ditetapkan dapat lebih fokus, maka ditetapkan 7 karakter yang akan
senantiasa ditanamkan pada anak, yaitu: disiplin, tanggung jawab, pantang
menyerah, kerja sama, kemandirian, peduli, dan kreatif dalam menyelesaikan
setiap masalah yang dihadapi. Sehingga dalam setiap permainan yang dilaksanakan
senantiasa disampaikan tujuan dan hikmahnya. Dan diakhir rangkaian kegiatan
diikat dengan pemkanaan secara keseluruhan. Dengan demikian diharapkan anak
benar-benar dapat memetik hikmah kegiatan yang dilaksanakan.
Kegiatan pertama
adalah pendirian tenda, dilanjutkan kreasi seni.
Hari kedua
dilaksanakan hiking dengan 9 pos. pos pertama adalah PBB untuk melatih
kedisiplinan. Pos kedua memindahkan bomb untuk melatih kerja sama dan
kreatifitas dalam memecahkan permasalahan.
Pos ketiga adalah jarring laba-laba untuk melatih kekompakan dan
ketelitian. Pos keempat jebakan untuk melatih komunikasi dan percaya kepada
teman. Pos kelima adalah rescue berupa membuat tandu kemudian membawa salah
satu menyelamatkan anggotanya yang sakit menggunakan tandu melawati ranjau dan
jalan berlumpur. Kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa empati dan peduli kepada
sesame teman.
Pos keenam puzzle kotak
kata untuk meningkatkan kerja sama dan kreatifitas.
Pos ketujuh arung jeram.
Kegiatan ini untuk mengasah kerja sama dan kepedulian. Pos kedelapan
menyanyikan lagu terjemahan juzama untuk meningkatkan keimanan dan kreatifitas,
dan pos terakhir sujud syukur. Kegiatan hari kedua dilanjutkan dengan Saf
Charity yaitu makan bersama dan berbagi hadiah kepada anak-anak SD Cibeunying
berupa alat tulis yang dikumpulkan anak sebanyak 4 dus kemudian dilanjutkan
dengan perkenalan diakhiri dengan bermain bersama.
Kegiatan hari kedua ditutup
dengan penayangan film kegiatan selama dua hari dan diakhiri dengan film Mag
Giver.
Kegiatan hari
ketiga diawali dengan sholat tahajud dilanjutkan masak nasi goreng masal. Acara
puncaknya adalah benteng takeshi. Meskipun
hujan turun, kegiatan dapat berjalan
penuh semangat. Untuk sampai pada pertempuran melawan benteng takeshi,
anak-anak harus mampu melewati 4 rintangan yaitu: melompati sungai untuk
memupuk rasa percaya diri, membidik sasaran untuk melatih fokus, dan melewati
ranjau untuk melatih kejelian. Puncaknya peserta yang gugur bergabung bersama
guru melawan peserta yang menang.
Kegiatan super
camp ditutup dengan mengikat hikmah seluruh kegiatan, pemberian penghargaan
kepada kelompok terajin, terdisiplin, tertangguh, terkompak, terkreatif dan
pemilihan putra tertangguh yang disandang oleh Iqna yang mampu menghibur
seluruh peserta dengan stand up comedinya. sedangkan putri tertangguh jatuh
pada Fitri yang mampu memimpin kelompoknya dan berjuang habis-habisan pada saat
tarik tambang sehingga kedua tangannya terluka. Penutupan dilakukan oleh Kepala
Sekolah SD Salman Al Farisi Ibu Ardini Suryati, S.Si.
Indikator
keberhasilan acara ini antara lain dilihat dari mayoritas anak merasa senang
dan ketika ditanya makna dari setiap kegiatan mereka dapat menjelasknannya.
Dari total lima belas kegiatan hanya dua kegiatan yang kurang disukai yaitu
menyusun puzzle karena bau pupuk
kandang dan beberapa kelompok belum
menikmati indahnya saf charity.Label: camp, kholifah, melatih kemandirian, permainan di alam, saf, sd, the leader in me






