Jumat, 28 Juli 2017

Melatih kemandirian

The Leader In Me

Yadimin, S.Pd

The Leader In Me, demikianlah semangat yang terus menerus digaungkan dalam Super Camp Level 4-5 tahun 2014. Kegiatan out door ini dilaksanakan pada tanggal 6-8 Februari 2014 di Pine Forest Cibodas Lembang. 
Melalui kegiatan ini diharapkan jiwa kepemimpinan pada setiap diri anak dapat lebih terlatih. Karena pada prinsipnya bahwa setiap nafs adalah pemimpin (al Hadits), setidaknya pemimpin bagi dirinya sendiri. Kegiatan ini juga sebagai sarana untuk mewujudkan visi Yayasan Pendidikan Salman Al Farisi yang ingin mencetak kholifah Fil ardh.

Dunia anak adalah dunia bermain. Oleh sebab itu penanaman jiwa kholifah fil ard melalui permainan di alam bebas akan lebih efektif dari pada teoritis di dalam kelas. Sekali waktu anak perlu bergerak bebas dan keluar dari kebiasaan yang dibatasi oleh gedung dan terhalang adanya meja dan kursi (out bound). 

Berdasarkan kesadaran tersebut, maka kegiatan ini dikemas dalam bentuk permainan-permainan yang menyenangkan akan tetapi  dituntut  adanya kerja sama, kedisiplinan, dan penuh tantangan.

Seorang kholifah  selalu megoptimalkan seluruh kemampuannya yang dimiliki dan memanfaatkan potensi yang ada disekitarnya untuk mencapai target tertentu. Sehingga seorang kholifah selalu bersungguh-sungguh untuk mencapai tujuannya, Man jadda wa jada (siapa yang bersungguh sungguh pasti berhasil). 

Itulah tema Super Camp Level 4-5 Tahun ini. Tema ini sama dengan tema Super Camp tahun-tahun sebelumnya. Diharapkan dengan pesan yang disampaikan secara berulang-ulang akan mampu tertanam dalam diri anak secara mendalam. Sehingga semboyan man jadda wa jada bukan lagi hanya hafal di bibir, tetapi dapat mengalir dalam darah dan merasuk dalam setiap hembusan nafas siswa.

Agar tema yang telah ditetapkan dapat lebih fokus, maka ditetapkan 7 karakter yang akan senantiasa ditanamkan pada anak, yaitu: disiplin, tanggung jawab, pantang menyerah, kerja sama, kemandirian, peduli, dan kreatif dalam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. Sehingga dalam setiap permainan yang dilaksanakan senantiasa disampaikan tujuan dan hikmahnya. Dan diakhir rangkaian kegiatan diikat dengan pemkanaan secara keseluruhan. Dengan demikian diharapkan anak benar-benar dapat memetik hikmah kegiatan yang dilaksanakan.

Kegiatan pertama adalah pendirian tenda, dilanjutkan kreasi seni.
Hari kedua dilaksanakan hiking dengan 9 pos. pos pertama adalah PBB untuk melatih kedisiplinan. Pos kedua memindahkan bomb untuk melatih kerja sama dan kreatifitas dalam memecahkan permasalahan.  

Pos ketiga adalah jarring laba-laba untuk melatih kekompakan dan ketelitian. Pos keempat jebakan untuk melatih komunikasi dan percaya kepada teman. Pos kelima adalah rescue berupa membuat tandu kemudian membawa salah satu menyelamatkan anggotanya yang sakit menggunakan tandu melawati ranjau dan jalan berlumpur. Kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa empati dan peduli kepada sesame teman. 

Pos keenam puzzle kotak kata untuk meningkatkan kerja sama dan kreatifitas. 
Pos ketujuh arung jeram. Kegiatan ini untuk mengasah kerja sama dan kepedulian. Pos kedelapan menyanyikan lagu terjemahan juzama untuk meningkatkan keimanan dan kreatifitas, dan pos terakhir sujud syukur. Kegiatan hari kedua dilanjutkan dengan Saf Charity yaitu makan bersama dan berbagi hadiah kepada anak-anak SD Cibeunying berupa alat tulis yang dikumpulkan anak sebanyak 4 dus kemudian dilanjutkan dengan perkenalan diakhiri dengan bermain bersama. 
Kegiatan hari kedua ditutup dengan penayangan film kegiatan selama dua hari dan diakhiri dengan film Mag Giver. 
Kegiatan hari ketiga diawali dengan sholat tahajud dilanjutkan masak nasi goreng masal. Acara puncaknya adalah benteng takeshi. Meskipun  hujan turun, kegiatan dapat berjalan penuh semangat. Untuk sampai pada pertempuran melawan benteng takeshi, anak-anak harus mampu melewati 4 rintangan yaitu: melompati sungai untuk memupuk rasa percaya diri, membidik sasaran untuk melatih fokus, dan melewati ranjau untuk melatih kejelian. Puncaknya peserta yang gugur bergabung bersama guru melawan peserta yang menang.


Kegiatan super camp ditutup dengan mengikat hikmah seluruh kegiatan, pemberian penghargaan kepada kelompok terajin, terdisiplin, tertangguh, terkompak, terkreatif dan pemilihan putra tertangguh yang disandang oleh Iqna yang mampu menghibur seluruh peserta dengan stand up comedinya. sedangkan putri tertangguh jatuh pada Fitri yang mampu memimpin kelompoknya dan berjuang habis-habisan pada saat tarik tambang sehingga kedua tangannya terluka. Penutupan dilakukan oleh Kepala Sekolah SD Salman Al Farisi Ibu Ardini Suryati, S.Si.

Indikator keberhasilan acara ini antara lain dilihat dari mayoritas anak merasa senang dan ketika ditanya makna dari setiap kegiatan mereka dapat menjelasknannya. Dari total lima belas kegiatan hanya dua kegiatan yang kurang disukai yaitu menyusun puzzle karena bau pupuk kandang  dan beberapa kelompok belum menikmati indahnya saf charity.

Label: , , , , , ,

Hasil PTK

MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI  PADA PELAJARAN IPS
DENGAN MENGGUNAKAN  HP 5G LTE
( PTK Pada Siswa Kelas VI SD Salman Al Farisi Bandung
Tahun Pelajaran 2016-2017)

Oleh YADIMIN, S.Pd

Hasil pengamatan penulis terhadap kemampuan literasi siswa kelas VI SD Salman Al Farisi tahun pelajaran 2016/2017 masih sangat rendah. Hal ini diindikasikan oleh kemampuan mengolah informasi yang rendah serta kemampuan menyampaikan hasil informasi melalui presentasi yang rendah juga. 
Hal ini terbukti pada saat siswa diminta membuat presentai menggunakan Power Point, hasilnya adalah Power Point “copy paste”. Demikian juga pada saat presentasi, semua anak membaca slide di depan kelas sehingga sangat tampak rasa kurang percaya dirinya. 


Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi pada siswa kelas VI semester II SD Salman Al Farisi Bandung. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan metode pembelajaran HP 5G LTE (High Presentation, Gambar, Grafik, Gambar Bergerak, Geo Spatial, dan Google yang Literasinya Tersaring secara Efektif). 
Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu : perencanaan (planning), implementasi (tindakan), observasi (pengamatan) dan refleksi. 

Hasil belajar siswa pada siklus I siswa mampu mengolah informasi menggunakan model fish bone tetapi masih menggunakan kalimat-kalimat yang panjang sehingga presentasi masih kurang menarik. Pada Siklus II 100% siswa mampu membuat presentasi dengan pengolahan informasi berupa fishbone sebagai menu yang dihubungkan dengan hyperlink pada slide yang dituju. 
Disamping itu siswa juga mampu mengolah informasi ke dalam 5G (gambar, grafik, geo spatial, dan menggunakan google untuk mencari informasi). Siswa pun mampu mempresentasikan hasil dengan penuh percaya diri.



Kata kunci : kemampuan literasi, Pengunaan Metode HP 5G LTE